gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang -ERK
Terinspirasi Perahu Kertas
Awan kelabu itu tak juga lenyap walau hujan telah mereda. Pelangi itu tak juga kandas walau matahari telah kembali bersinar. Walau samar, bayangan itu selalu ada. Abadi. Terpatri dalam diri, dalam lubuk hati yang terdalam.
Ia telah memilih, padahal hati seharusnya dipilih. Tak pernah sedikit pun kata indah itu terucap. Entah ia yang terlalu enggan, atau aku yang terlalu berharap. Kepadanya ia bisa, tapi tidak untukku.
Perih memang. Tapi bayangan yang punya nama itu, takkan pernah hilang, takkan pudar barang sedikit pun.
Aku hanya bisa tersenyum getir menatap mata ragunya. Menangkap segelintir kebohongan kecil dari sudut suaranya yang bergetar. Dari gerak tubuhnya yang kaku salah tingkah.
Untuk kesekian kalinya, walau sesak. Aku mengerti.
Genggam tangan ini, ketika saya mulai menangis.
Duduklah mendekat, ketika saya mulai menangis.
Rengkuh raga ini, ketika saya mulai menangis.
Perih. Ketika tahu tak seorang pun mengerti.
Sakit. Ketika tahu tak seorang pun peduli.
Terlampau dalam. Jauh. Tak terjangkau.
kambing galau
waktu jaman kelas 2
...
mbe : hm susah ey nda, sampe sekarang aing masih ga bisa ngelupainnya.
nda : ya emang ga bisa. ga akan pernah bisa. kenangan tuh buat disimpen, mbe, buat dijaga baik-baik, bukan buat dilupain. seengganya mane pernah sayang sama dia, dan dia juga balik sayang, iya kan ? coba ambil positifnya, mbe. mane sayang sama dia ga harus jadi pacar. sayang tuh bisa dalam bentuk apa aja. sebagai temen pun mane bisa. ayo mbee !
mbe : hahahaa. aing ga percaya mane bisa ngomong kaya gini, nda. oke aing coba. makasih, ndaa.
...
(via yahoo!messenger)
...
dan sekarang, gue kemakan omongan gue sendiri.
bukan dari sisi gue. tapi dari sana, dari sisi lainnya.
malam ini bukan waktunya tidur. waktunya terjaga. waktu berpikir.
dalam terang ruang hijau ini aku terduduk. bersama mereka yang lain yang juga menunggu.
lama aku termangu menunggu hujan. menunggu tetes air itu sirna dan berlalu.
di depan mata, layar itu terpancung. menyaksikan satu karya mahabesar seorang manusia.
2012. sedari tadi film itu berputar di layar kaca. menampilkan satu skenario yang tak urung nyata.
entah berapa putaran jam itu berotasi. detik, menit, hingga jam terlampaui.
para staf itu mungkin sudah bosan melihatku. jengah menatap wajahku yang penuh harap.
aku lelah. hujan sepertinya enggan berhenti. gejolak emosi seolah baru sanggup terluapkan.
baru kali ini, hujan bukan teman.
lancang memang jika aku menginterupsinya. menyuruhnya berhenti hanya untuk mencuri waktu.
tapi aku butuh. aku ingin pulang.
sekali ini saja. biarkan aku menari melintasi jagat raya tanpa harus mengenainya. sekali ini saja, aku mohon.
aku ingin pulang. melepas penat hari ini.
aku ingin pulang. mengistirahatkan otak. memanjakan pikiran.
aku ingin pulang. berpacu dengan ilmu. melahap kesetimbangan.
aku ingin pulang. menegak secangkir kopi panas penawar rasa kantuk.
aku ingin pulang.
sekali ini saja, tolong.